Kelompok Kerja I

Pokja I melaksanakan Pembinaan Karakter dalam kehidupan keluarga penuh cinta dan kasih sayang dengan menanamkan sikap  prilaku berbudaya dan berkepribadian Indonesia melalui keteladanan orang tua dan orang yang dituakan, melalui   pengembangan anak sejak usia dini secara holistik integratif dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan  sosial dan semangat gotong royong. Kegiatan ini merupakan penjabaran dari 10 Program Pokok PKK, yaitu Penghayatan   dan   Pengamalan Pancasila, dan Gotong Royong.

A. Tugas

  1. Mengoptimalkan peran orang tua/yang mengasuh dalam menerapkan Pola Asuh Anak dan Remaja dalam keluarga dengan penuh cinta dan kasih sayang serta memberikan perlindungan terhadap anak.
  2. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman serta menumbuhkan kesadaran dalam keluarga akan pentingnya pembentukan sikap, perilaku, budi pekerti, dan sopan santun dalam keluarga dan lingkungan melalui keteladanan dan pendidikan sejak dini secara holistik.
  3. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta menumbuhkan kesadaran dalam keluarga tentang pentingnya pendidikan anak sejak dalam kandungan sampai dengan usia dini (0-6) tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal.
  4. Meningkatkan pemahaman tentang peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan lingkup program atau kegiatan Pokja I.
  5. Meningkatkan ketahanan keluarga dalam rangka mewujudkan kesadaran setiap warga tentang Penghayatan dan Pengamalan Pancasila melalui Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN).
  6. Memantapkan kerukunan dan toleransi antar umat beragama, saling menghormati dan menghargai sesama umat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  7. Membina Lansia agar memiliki kegiatan yang bermanfaat sesuai dengan potensi yang dimiliki dan menjadi teladan dalam keluarga dan lingkungannya.
  8. Meningkatkan kesadaran hidup bergotong royong, kesetiakawanan sosial, keamanan lingkungan.

B. Prioritas Program

  1. Penghayatan dan Pengamalan Pancasi; Menumbuhkan ketahanan keluarga melalui kesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara perlu dilaksanakan pemahaman secara terpadu.
    • Mengoptimalkan peran orang tua/yang mengasuh dalam menerapkan Pola Asuh Anak dan Remaja dalam keluarga.Pola Asuh Anak dan Remaja dalam keluarga penuh cinta dan kasih sayang adalah upaya untuk menumbuhkan dan membangun sikap dan perilaku, budi pekerti, sopan santun di dalam keluarga sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan budaya bangsa.
    • Pembinaan karakter anak sejak dini yang meliputi pendidikan, budi pekerti, sikap, dan perilaku melalui orang tua/yang mengasuh dalam keluarga maupun lembaga-lembaga di masyarakat.
    • Keluarga Sadar Hukum (KADARKUM) KADARKUM merupakan upaya dalam meningkatkan pemahaman mengenai berbagai peraturan dan perundang-undangan yang erat kaitannya dengan ketahanan keluarga, antara lain Undang-undang perkawinan, perlindungan anak, hak asasi manusia, pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), pencegahan perdagangan orang (trafficking), narkoba, pornografi dan Gerakan Nasional Anti Kekerasan Seksual pada Anak (GNAKSA) .
    • Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN): PKBN mencakup 5 (lima) unsur: (1)Kecintaan kepada tanah air, (2)Kesadaran berbangsa dan bernegara, (3)Keyakinan atas kebenaran Pancasila, dalam upaya menumbuhkan kerukunan dan toleransi antar umat beragama, saling menghormati dan menghargai dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.(4)Kerelaan berkorban untuk Bangsa dan Negara serta(5)Memiliki kemampuan awal bela Negara.
    • Pembinaan Karakter Keluarga Bina keluarga merupakan upaya dalam meningkatkan pengetahuan, wawasan dan keterampilan orang tua atau keluarga dalam pengembangan balita, Pendidikan Anak Usia Dini, remaja, dan Lansia.
    • Pengembangan Kota Layak dan Ramah Anak.Berpartisipasi dalam program Kota Layak Anak antara lain, sarana tempat bermain, sarana tempat pendidikan,sarana tempat kesehatan, ramah dan peduli anak.
  2. Gotong Royong; Kegiatan gotong royong dilaksanakan dengan membangun kerjasama yang baik antar sesama: keluarga, warga dan kelompok untuk mewujudkan semangat persatuan dan kesatuan.
    • Menumbuhkan sikap kesetia-kawanan sosial, sikap tenggang rasa dan kebersamaan, antara lain melalui kegiatan Jimpitan, Siskamling, Rukun Kematian, Kelompok Keagamaan, dll.
    • Memberdayakan Lansia agar dapat menjaga ketahanan, mental dan spiritual serta keterampilan agar dapat melaksanakan kegiatan secara produktif dan menjadi teladan bagi keluarga dan lingkungannya.
    • Berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan pasar/bazar murah, bakti sosial di masyarakat.
    • Berpartisipasi dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).